ZDDP (Zinc Dialkyldithiophosphate) Sebagai Aditif Anti Oksidan Pada Oli Mesin

Java Motorland - Sebagai pengguna kendaraan bermotor kita sering mendengar tentang fungsi aditif oli mesin yang bisa meningkatkan performa oli mesin kendaraan bermotor, aditif oli yang dijual dipasaran mempunyai banyak varian mulai anti keausan, anti oksidasi dan ada juga yang menawarkan campuran berbagai macam aditif oli mesin yang bertujuan meningkatkan daya pelumasan, ketahanan panas dan masa pakai oli mesin itu sendiri.


Jika pada artikel sebelumnya kita telah membahas tentang Mengenal Jenis Base Oil Pada Oli Pelumas Mesin, namun pada kesempatan kali ini kita akan membahas aditif oli mesin  ZDDP (Zinc Dialkyldithiophosphate) sebagai anti oksidan. Selain sebagai aditif anti oksidan, ZDDP juga digunakan sebagai aditif anti wear atau anti keausan dan aditif extreme pressure pada oli mesin, tapi kali ini kita akan bahas ZDDP (Zinc Dialkyldithiophosphate) sebagai anti oksidan (Anti Oxidant Additive) karena artikel tentang aditif oli mesin akan saya buat berseri agar para Biker lebih mudah memahami fungsi aditif oli mesin satu persatu.

Oksidasi pada oli mesin terjadi akibat dari bereaksinya oksigen dengan komponen terlemah base oil dari oli mesin. Selama mesin beroperasi tentunya membutuhkan oli mesin untuk melumasi komponen mesin yang bergerak dan saling bergesekan satu sama lain, akibat dari gesekan tersebut maka akan menimbulkan panas selain panas dari hasil pembakaran ruang bakar yang harus diserap oleh oli mesin untuk didinginkan. Panas yang diserap oleh oli mesin ini akan mempercepat reaksi antara oksigen dengan komponen terlemah base oil dari oli mesin. Oksidasi pada oli mesin bisa terjadi lebih cepat jika temperatur mesin semakin panas dan adanya uap air pada ruang crankcase serta air bebas yang terkandung pada oli mesin itu sendiri.

Dari proses oksidasi tersebut menghasilkan asam yang selanjutnya bisa menyebabkan karat pada mesin jika bereaksi dengan logam ferro, oksigen dan uap air dan bisa karat bisa libih parah jika kandungan sulfur pada bahan bakar terlalu tinggi. selain menghasilkan asam, proses oksidasi juga menghasilkan sludge atau lumpur dan meningkatkan pengendapan lumpur pada ruangan crankcase.

Untuk memperlambat proses oksidasi tentunya kita harus menambahkan aditif oli mesin yang bisa membuat molekul pada base oil agar lebih stabil dan tidak mudah bereaksi dengan oksigen, dan solusinya adalah dengan menambahkan ZDDP (Zinc Dialkyldithiophosphate) pada oli mesin. Jumlah penambahan ZDDP (Zinc Dialkyldithiophosphate) untuk oli mesin kendaraan bermotor modern dengan teknologi catalytic converter sekitar 600 ppm, untuk oli mesin kendaraan bermotor harian tanpa catalytic sekitar 1000 ppm dan untuk oli mesin balap bisa mencapai 2000 ppm. ZDDP (Zinc Dialkyldithiophosphate) banyak digunakan oleh produsen oli mesin dikarenakan biayanya lebih ekonomis jika dibandingkan dengan jenis aditif lainnya, ZDDP (Zinc Dialkyldithiophosphate) sendiri mulai dikembangkan pada tahun 1940 untuk menjawab kebutuhan pembuatan oli mesin yang mempunyai performa tinggi namun biaya produksinya rendah.

Seiring dengan perkembangan teknologi mesin sekarang yang semakin canggih, ZDDP (Zinc Dialkyldithiophosphate) sendiri dapat menyebabkan kerusakan komponen mesin seperti catalytic converter. Catalytic converter tersusun dari beberapa campuran logam yang berbentuk sarang lebah dan dipasang pada saluran gas buang yang bertujuan untuk mengurai gas beracun sisa pembakaran. Oli mesin yang mengandung ZDDP (Zinc Dialkyldithiophosphate) yang masuk ruang bakar melalui celah antara piston dan silinder dan ikut terbakar diruang bakar bisa membentuk kerak yang dapat menyumbat catalytic converter dan selanjutnya dapat menurunkan performa mesin.

Untuk mencegah penyumbatan catalytic converter akibat pemakaian aditif oli ZDDP (Zinc Dialkyldithiophosphate), maka American Petroleum Institute (API) mengeluarkan standard baru dengan mengurangi kandungan ZDDP (Zinc Dialkyldithiophosphate) mulai oli mesin dengan spesifikasi API SM. Demikian pembahasan tentang ZDDP (Zinc Dialkyldithiophosphate) sebagai aditif anti oksidan pada oli mesin kendaraan bermotor, semoga artikel ini bermanfaat bagi para Biker, salam satu aspal.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Java Motorland YouTube Channel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Java Motorland YouTube Channel