Jenis Keausan Ban Pada Motor Balap

Java Motorland - Hello Bikers, dalam dunia balap kita sering kita lihat kemampuan seorang pembalap dalam menaklukan setiap tikungan sirkuit dengan mudahnya, tapi kita tidak menyadari bahwa untuk menaklukan setiap tikungan sirkuit dengan berbagai tingkat kesulitan tidak hanya dibutuhkan skill pembalap, namun ada hal lain yang lebih penting selain skill pembalap, setting sasis dan setting suspensi yaitu pemilihan kompon dan jenis ban.

Untuk menentukan kompon ban tentunya berdasarkan riset pembalap dilintasan sirkuit dan mekaniknya, terutama mekanik yang bertugas dalam menyiapkan ban balap. Salah satu cara dengan menganalisa keausan yang ada pada tapak ban. Kali ini kita akan membahas analisa keausan ban balap beserta solusinya, dimana kita mengambil referensi dari produsen ban balap Axcero Tire Indonesia.

Pada kesempatan kali ini kita akan mengambil sampel ban slick yang biasa digunakan untuk balap pada kondisi lintasan kering atau dry race. Pada ban Axcero Tire jenis ban slick yang telah digunakan pada lintasan balap maka akan terjadi keausan, disini keausan dibedakan menjadi tiga, yaitu normal tear, cold tear dan hot tear. Untuk lebih jelasnya kita akan bahas satu persatu termasuk solusi untuk mengatasi permasalahan yang terkait dengan keausan ban.

Normal Tear
Ban pada kondisi normal tear bisa kita lihat pada gambar dibawah. Pada dasarnya ban balap pada  kondisi normal tear telah mencapai temperatur kerja dengan baik.


Ban bekerja dengan kondisi normal dalam lintasan dan menghasilkan grip baik antara ban dengan aspal sirkuit. Untuk terperatur kerja ban balap sekitar 70 sampai dengan 80 derajat celcius, untuk mencapai temperatur ban tersebut sebelum balap dimulai biasanya mekanik menggunakan tire warmer atau alat pemanas ban.

Cold Tear
Bisa kita lihat pada gambar dibawah, gambar tersebut menunjukan panas kompon hanya bekerja pada permukaan ban, hal tersebut ditandai dengan banyaknya  bulir seperti daki yang lepas.


Hal ini disebabkan ban belum mengalami pemanasan warm up dengan baik, sehingga belum mencapai titik  temperatur temperatur kerja. dan digunakan langsung dengan kecepatan tinggi. Solusinya yaitu dengan melakukan pemanasan ban atau warm up dengan menggunakan tire warmer sebelum masuk ke lintasan sirkuit.

Hot Tear
Pada gambar dibawah ban mengalami kondisi hot tear namun ban bekerja baik ditemperatur kerjanya.


Gejala hot tear muncul karena ban bekerja pada kondisi temperatur ban diatas rata-rata. Kondisi temperatur ban diatas rata-rata ini terjadi karena ban menerima beban berlebih seperti saat pembalap melakukan akselerasi saat keluar tikuangan dengan membuka throttle secara tiba-tiba dan mengakibatkan sliding pada ban, selain itu beban berlebih juga bisa terjadi akibat pengereman sangat keras yang dilakukan pembalap sebelum masuk tikungan, selain itu juga bisa juga disebabkan temperatur lintasan sirkuit yang tinggi. Gejala abrasive hot tear diatas atalah hal yang  normal di jumpai saat kompetisi balap.

Untuk itu selain setting sasis dan suspensi, pembalap dan mekanik juga harus melakukan pemilihan ban yang tepat sesuai dengan kondisi lintasan balap dan gaya balap pembalap itu sendiri dengan melakukan riset dilintasan sirkuit yang akan digunakan. Semoga artikel ini bermanfaat, salam satu aspal.

*Sumber: Axcero Tire Indonesia

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Java Motorland YouTube Channel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Java Motorland YouTube Channel