Mengenal Jenis Base Oil Pada Oli Pelumas Mesin

Java Motorland – Hello Bikers, sebagai pengguna kendaraan bermotor seperti sepeda motor dan mobil tentunya kita tidak asing dengan oli pelumas mesin yang biasa digunakan untuk melumasi mesin kendaraan kita. Dipasaran banyak beredar pilihan merek oli pelumas mesin dengan bahan dasar base oil yang berbeda-beda, biasanya pada kemasan oli pelumas mesin dituliskan bahan dasar pembuatan oli pelumas mesin seperti oli mineral, oli semi synthetic, oli synthetic dan oli full synthetic.


Untuk itu pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang bahan dasar pembuatan oli pelumas mesin yang biasa disebut dengan base oil agar kita lebih paham tentang spesifikasi oli pelumas mesin yang kia pilih dan kita tahu kelebihan dan kelemahan masing-masing jika dibedakan berdasarkan bahan dasar base oilnya.

Didunia perminyakan kita mengenal standard American Petroleum Institute (API) yang mengatur tentang  segala sesuatu yang berhubungan dengan minyak , API mengelompokan kualitas base oil berdasarkan perbedaan sifat senyawa hydrocarbon dan non hydrocarbon yang dikandungnya yaitu seperti  prosentase hydrocarbon saturate level, prosentase sulfur content level  dan Viscosity Index (VI). Sehingga API mengelompakkan base oil menjadi 5 golongan seperti pada tabel sebagai berikut:


Base Oil Group I
Merupakan base stock oli mineral dengan teknologi proses destilasi fraksi mineral parafin. Dengan teknologi tersebut, akan menambah ketahanan oksidasi dan meminimalkan zat-zat yang merusak base stock mineral tersebut. Proses destilasi dan solvent refined tersebut akan meningkatkan Viscosity Index (VI) menjadi antara  80 – 119 CSt. Base oil group I adalah generasi pertama untuk mineral based oil yang saat ini sudah tidak digunakan lagi dan digantikan dengan teknologi selanjutnya yaitu base oil group I+ yang memiliki Viscosity Index (VI) antara 103 -108 Cst. Oli pelumas mesin dengan base oil group II biasa disebut oli mineral.

Base Oil  Group II 
Merupakan base stock oli mineral dengan proses teknologi yang sama dengan base oil group I tetapi ditambahkan dengan hydrokracked technology. Sehingga base stock menjadi lebih murni dan lebih mudah untuk ditambahkan aditif oli. Oli pelumas mesin yang  menggunakan hydrokracked technology memungkinkan pelumas didestilasi sedemikian rupa sehingga menghasilkan base stock yang murni. Base oil group II selanjutnya dikembangkan menjadi base oil group II+ yang memiliki Viscosity Index (VI) antara 113 – 118 CSt. Oli pelumas mesin dengan base oil group II biasa disebut oli mineral.

Base Oil  Group III
Merupakan extended mineral based oil yang memiliki Viscosity Index (VI) diatas  120 CSt. Oli pelumas jenis  ini menggunakan hydroisomer technology untuk mendestilasi base stock sehingga menghasilkan base oil yang lebih murni. Base stock ini menjadi salah satu pelopor oli pelumas mesin dengan synthetic technology yang berasal dari oli mineral. Oli pelumas mesin dengan base oil group III biasa disebut oli semi synthetic dan teknologi ini banyak digunakan oleh  produsen pelumas  karena mempunyai kualitas yang baik dengan harga yang  masih masuk akal. Kemudian dikembangkan lagi menjadi base oil group III+  atau biasa disebut Very High Enhanced Viscosity Index (VHVI) yang memiliki Viscosity Index (VI) lebih dari 140 CSt.Teknologi proses yang digunakan sama dengan base oil group II tetapi ditambahkan teknologi hydroisomer, sehingga dapat dihasilkan base stock dengan  99% saturasi dan  1% aromatik. Dengan teknologi distilasi, hydroisomer , hydrokracked dan solvent refined, maka nilai Viscosity Index dapat mencapai lebih dari 140 CSt. Oli pelumas mesin dengan base oil group III+ biasa disebut oli synthetic, terdapat juga oli pelumas mesin dengan campuran base oil group II (oli mineral) dengan base oil group III atau bas oil group III+ yang dipasaran biasa disebut oli semi synthetic 

Base Oil Group IV 
Merupakan fully synthetic based oil yang berasal dari Poly Alpha Olefin (PAO). Base stock ini adalah hasil katalisasi antara hydrogen dan  carbon dengan Fischer Tropsch Process dan base stock ini dinamakan Poly Alpha Olefin (PAO). Pengguna oli pelumas mesin dengan base stock Poly Alpha Olefin (PAO) ini sangat jarang sekali karena harganya yang cukup tinggi. Poly Alpha Olefin (PAO) sangat sulit ditambahkan aditif oli, sehingga aditif oli  yang bisa ditambah biasanya adalah logam alkali, alkali tanah atau logam transisi seperti Molybdenum (Mo) dan Titanium (Ti). Logam alkali ditambahkan adalah supaya menambah ketahanan oli pelumas untuk menahan asam yang terbentuk dari hasil pembakaran diruang bakar mesin. Poly Alpha Olefin (PAO) memiliki karakteristik yang unik seperti titik beku yang rendah hingga -53 Derajat Celcius dan titik bakar (Flash point) yang tinggi sampai  270 Derajat Celcius sehingga cocok digunakan untuk medan yang sangat dingin seperti didaerah kutub utara dan daerah yang sangat panas seperti Indonesia. Oli pelumas mesin dengan base oil group IV biasa disebut oli full synthetic atau oli Poly Alpha Olefin (PAO).

Base Oil Group V
Merupakan fully synthetic based oil yang berasal Ester,diEster, dan PolyOlEster dan bukan dari golongan base oil Poly Alpha Olefin (PAO). Kualitas oli pelumasimesin ini sangat baik dan tidak perlu diragunakan lagi karena sangat cepat beradaptasi dengan lingkungan yang dibutuhkan mesin dan memiliki kelebihan stabilitas pada kondisi temperatur yang sangat tinggi untuk melindungi komponen mesin yang bergesekan, sehingga menghasilkan tenaga yang lebih efisien.  Proses pembuatan Base Oil Group V adalah dengan cara katalisasi asam yang dinamakan dibasic Ester, dengan Alkohol atau CH3OH sehingga dihasilkan Ester dari hasil katalisasi tersebut. Ester biasanya digunakan untuk oli  pelumas mesin sepeda motor dan mobil balap karena kemampuannya untuk melindungi komponen mesin yang bergesekan pada temperatur tinggi sehingga performa mesin meningkat.  M esin sepeda motor dan mobil balap kadang juga menggunakan oli pelumas mesin dengan campuran Poly Alpha Olefin (PAO) dan Ester untuk lebih menekan harga, Oli pelumas mesin dengan base oil group V biasa disebut oli full synthetic atau oli ester.

Semoga artikel ini bisa menambah pengetahuan para Biker dalam menentukan pilihan oli pelumas mesin untuk kendaran bermotor, salam satu aspal.