Cara Memilih Oli Mesin Berdasarkan Viskositas

Sebagai pengendara kendaraan bermotor kita tentunya sering melakukan perawatan kendaraan kita termasuk melakukan penggantian oli mesin. Saat ini banyak merek dan spesifikasi oli mesin yang beredar dipasaran, dengan semakin banyaknya variasi pilihan dan harga oli mesin akan membuat kita semakin bingung dalam menentukan pilihan oli mesin yang cocok dengan kendaraan kita.

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang cara memilih oli mesin berdasarkan viskositas atau kekentalan oli mesin atau orang lebih mengenal dengan SAE (Society Automotive Engineer) untuk spesifikasi oli mesin. Untuk semantara kita fokus pada viskositas, terkait spesifikasi oli mesin yang mengacu pada API (American Petroleum Institute) akan dikata bahas secara terpisah agar artikel tidak terlalu panjang. Untuk memilih oli mesin yang cocok dengan mesin kendaraan kita berdasarkan viskositas atau kekentalan oli kita bisa mengacu pada beberapa hal sebagai berikut:

Rekomendasi viskositas oli mesin dari buku manual pabrikan pembuat kendaraan bermotor
Jika kita baca pada buku manual kendaraan yang disertakan saat kita membeli kendaraan, pada bagian yang membahas tentang mesin maka kita akan mendapatkan tulisan yang merekomendasikan viskositas atau kekentalan oli. Setiap pabrikan kendaraan bermotor biasanya akan merekomendasikan viskositas oli mesin yang berbeda-beda tergantung setting kerenggangan komponen didalam mesin masing-masing. Sebagai contoh di motor matic Honda Vario series pada buku manual rata-rata direkomendasikan oli dengan viskositas 10W-30, kondisi ini berbeda dengan motor keluaran lama terutama di bawah tahun 2000 rata-rata merekomendasikan oli mesin dengan kekentalan 20W-50.

Rekomendasi viskositas oli mesin universal
Selain dari buku manual kita juga bisa mengunakan acuan lingkungan sekitar biasa kita berkendara, terutama temperatur udara sekitar atau cuaca. Kondisi berkendara didataran rendah dan dataran tinggi akan sangat mempengaruhi pemilihan viskositas oli mesin. Contoh saat kita berkendara didataran rendah seperti Jakarta dan ditambah dengan kondisi macet, maka temperatur lingkungan sekitar akan sangat tinggi, bahkan kondisi temperatur di jalan aspal atau beton bisa mencapai antara 35 derajat celcius sampai dengan 40 derajat celcius. Sedangkan saat kita berkendara didataran tinggi seperti di Puncak, Bogor mungkin temperatur antara 20 derajat celcius sampai dengan 30 derajat celcius.


Jika kita lihat chart diatas dengan kondisi temperatur Jakarta yang mencapai 35 derajat celcius sampai dengan 40 derajat celcius maka oli mesin yang cocok adalah oli yang mempunyai viskositas angka SAE 40 untuk oli mesin single grade serta SAE 10W-40 dan 15W-40 untuk oli mesin multi grade, bahkan oli mesin seperti Enduro Matic juga mengeluarkan oli mesin dengan SAE 20W-40 untuk menghadapi kondisi lingkungan dengan temperatur ekstrim. Jika kita berkendara didataran tinggi seperti Puncak, Bogor dimana temperatur lingkungan antara 20 derajat celcius sampai dengan 30 derajat celcius maka oli mesin yang cocok adalah oli yang mempunyai viskositas dengan SAE 30 untuk oli mesin single grade serta SAE 0W-30, 5W-30 dan 10W-30 untuk oli mesin multi grade.

Rekomendasi viskositas oli mesin sesuai dengan gaya berkendara kita
Kadang kita juga ingin bereksperimen sendiri bagaimana performa mesin jika kita tidak mengikuti rekomendasi oli mesin pada buku manual dan kondisi lingkungan, misal kita ingin mendapatkan akselerasi yang spontan dan irit bahan bakar kita bisa menggunakan oli mesin dengan viskositas yang lebih encer dari rekomendasi pabrikan, atau sebaliknya kita ingin agar mendapatkan durability motor kita lebih handal saat digunakan touring jarak jauh kita bisa menggunakan oli mesin dengan viskositas yang lebih kental dari rekomendasi pabrikan. Namun eksperimen tersebut ada beberapa konsekuensi misal jika kita menggunakan oli mesin dengan viskositas yang lebih kental dari rekomendasi pabrikan maka mesin akan lebih berat (terutama kondisi mesin masih dingin), tarikan kurang responsif, bahan bakar sedikit lebih lebih boros, mesin akan terasa lebih halus, proteksi mesin lebih baik terutama pada kondisi panas, lebih tahan terhadap panas dan lebih stabil untuk perjalanan jauh. Sebaliknya jika kita menggunakan oli mesin dengan viskositas yang lebih encer dari rekomendasi pabrikan maka mesin akan terasa lebih ringan, tarikan mesin akan lebih responsif, bahan bakar lebih irit, suara mesin kemungkinan agak sedikit kasar, proteksi mesin agak berkurang sehingga akan cepat aus (dengan catatan base oil & aditif oli sama dengan oli lebih kental), akan lebih cepat encer jika terkena temperatur tinggi, terutama saat dipakai perjalan jauh.

Pemilihan oli mesin berdasarkan viskositas mengambil asumsi oli mempunyai kualitas oli yang sama baik, baik dari base oil yang sama, komposisi aditif oli yang sama namun beda viskositas dan kondisi kendaraan dalam kondisi baik (kendaraan baru). semoga artikel cara memilih oli mesin berdasarkan viskositas ini bisa bermanfaat bagi para Biker, salam satu aspal.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Java Motorland YouTube Channel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Java Motorland YouTube Channel