Mengenal Nilai Rentang Panas Busi Kendaraan Bermotor

Java Motorland - Hello Bikers, Sebagai pemilik kendaraan bermotor tentunya kita sering  mendengar istilah busi panas dan busi dingin, untuk itu pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang  nilai rentang panas pada busi kendaraan bermotor atau orang biasa mengenal dengan busi panas atau busi dingin.

Pada umumnya untuk busi NGK dan Denso memberikan kode pada busi yang menunjukkan rentang panas busi, misal NGK C6HSA dan NGK C7HSA. Dimana angka 6 dan angka 7 menunjukkan nilai rentang panas dari busi, semakin tinggi angkanya maka busi tersebut lebih dingin serta lebih mudah menghantarkan panas dari ruang bakar menuju udara luar atau metal yang kontak langsung dengan busi. Sebaliknya semakin rendah angkanya maka busi tersebut lebih panas serta lebih sulit menghantarkan panas dari ruang bakar menuju udara luar atau metal yang kontak langsung dengan busi.


Penyebaran panas pada busi berhubungan dengan konstruksi busi, terutama pada bagian insulator yang membungkus elektroda busi seperti yang terlihat pada gambar. Panas yang diterima oleh bagian elektroda busi karena adanya pembakaran tersebar sepanjang bagian busi seperti pada gambar. Sejauh mana busi menyebarkan panas yang diterimanya disebut dengan nilai rentang panas.

Busi dengan tingkat penyebaran panas yang tinggi disebut dengan busi rentang panas tinggi atau disebut busi tipe dingin dan busi dengan derajat penyebaran panas yang rendah disebut busi rentang panas rendah atau disebut busi tipe panas. Untuk itu rentang panas busi sangat ditentukan oleh suhu gas di dalam ruang bakar dan desain konstruksi busi.


Rentang panas rendah dan rentang panas tinggi pada busi sangat dipengaruhi oleh desain insulator busi, rentang panas rendah memiliki bagian kaki insulator yang panjang dan area permukaan yang kontak langsung dengan nyala api hasil pembakaran dan kapasitas ruang gasnya (Gas Pocket) yang besar sehingga jalur pelepasan panas dari bagian kaki insulator ke rumah busi (bagian metal yang terdapat ulir) lebih panjang dan penyebaran panas rendah sehingga suhu elektroda pusat naik dengan mudah.

Sedangkan busi dengan  rentang panas tinggi memiliki kaki insulator pendek dan luas permukaan yang dipengaruhi oleh kontak langsung dengan nyala api hasil pembakaran dan kapasitas ruang gasnya (Gas Pocket) yang lebih kecil sehingga jalur pelepasan panas dari bagian kaki insulator ke rumah busi (bagian metal yang terdapat ulir) lebih pendek dan penyebaran panas lebih cepat sehingga suhu elektroda pusat tidak mudah naik.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi para Biker dan dapat menjadi panduan agar tidak salah pilih dalam menentukan busi kendaraan bermotor, salam satu aspal.

*Sumber gambar: Denso Spark Plug

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Java Motorland YouTube Channel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Java Motorland YouTube Channel