Penyebab Dan Cara Mencegah Fuel Dilution

Java Motorland - Hello Bikers, pada artikel Cara Mendeteksi Fuel Dilution Dan Efek Yang Ditimbulkan sebelumnya kita telah membahas tentang apa itu fuel dilution dan efek yang ditimbulkan dari fuel dilution. Pada kesempatan kali ini kita akan melanjutkan bahasan seputar fuel dilution, terutama Penyebab fuel dilution, kebiasaan yang menyebabkan fuel dilution dan cara mencegah fuel dilution. Fuel dilution adalah kondisi dimana bahan bakar dari ruang bakar masuk ke dalam crankcase dan bercampur dengan oli mesin sehingga akan mengurangi performa oli mesin.


Kadang tanpa kita sadari kebiasaan kita sehari-hari dalam mengoperasikan kendaraan bermotor bisa menyebabkan fuel dilution, salah satunya adalah memanaskan mesin terlalu lama. Dengan teknologi mesin dan oli mesin sekarang ini idealnya pemanasan mesin cukup 1 menit, selanjutnya langsung digunakan denga RPM rendah (kurang dari 5000 RPM untuk motor) sampai mencapai temperatur kerja mesin diatas 70 derajat celcius.

Untuk mencegah fuel dilution maka kita harus tahu penyebabnya sehingga kita bisa tahu kebiasaan sehari-hari kita yang harus dihindari saat menggunakan kendaraan bermotor dan berikut adalah penyebab fuel dilution:

Dinding silinder aus dan ring piston lemah
Dinding silinder yang sudah aus dan ring piston akan menyebabkan celah antara piston dan dinding silinder yang menyebabkan bahan bakar masuk melalui celah menuju crankcase dan bercampur dengan oli mesin.

Kelebihan oktan atau kekurangan oktan bahan bakar
Oktan bahan bakar yang terlalu tinggi atau terlalu rendah bisa mengakibatkan fuel dilution. Penggunaan bahan bakar dengan oktan yang tidak sesuai dengan kompresi mesin akan menghasilkan pembakaran yang tidak sempurna dan sisa bahan bakar yang tidak terbakar sempurna akan masuk ke dalam crankcase dan bercampur dengan oli mesin. Untuk itu, gunakanlah bahan bakar yang sesuai dengan kompresi mesin atau rekomendasi dari pabrikan motor.

Kebocoran injektor
Injektor yang bocor akan mengakibatkan semburan bahan bakar selalu terjadi bahkan pada saat mesin melakukan langkah kompresi, langkah kerja dan langkah buang, sehingga saat langkah isap akan terjadi kelebihan bahan bakar dan selanjutnya bahan bakar tidak bisa terbakar sempurna kemudian masuk kedalam ruang crankcase dan bercampur dengan oli mesin.


Memanaskan mesin terlalu lama
Memanaskan mesin terlalu lama sama dengan menggunakan motor pada kondisi jalan macet. Komponen mesin yang bergerak ribuan kali permenit tanpa hembusan angin dari depan akan menghasilkan panas berlebih dan pada mesin injeksi akan menginstruksikan ECU untuk menambah debit bahan bakar sehingga campuran bahan bakar dan udara tidak terbakar sempurna, sama halnya untuk mesin dengan sistem pasokan bahan bakar karburator, pada kondisi idle atau stasioner pilot jet cenderung disetting boros. Bahan bakar tidak bisa terbakar sempurna kemudian masuk kedalam ruang crankcase dan bercampur dengan oli mesin.

Modifikasi komponen sistem pengapian dan bahan bakar secara berlebihan
Yang dimaksud modifikasi komponen sistem pengapian dan bahan bakar secara berlebihan adalah modifikasi Electronic Control Unit (ECU), CDI, spark plug atau busi, mengganti karburator dengan ukuran yang lebih besar, termasuk penggantian pilot jet dan main jet yang tidak sesuai dengan kebutuhan mesin. Penggunaan piggyback yang tidak benar juga bisa mengakibatkan fuel dilution.

Agar tidak terjadi fuel dilution pada motor, kita bisa mencegah dengan tidak melakukan hal-hal yang telah disebutkan diatas. Lakukan penggantian ring piston, piston silinder atau over size yang lebih tinggi jika ring piston dan silinder sudah aus, gunakan bahan bakar yang sesuai dengan kompresi ruang bakar (oktan 90 untuk kompresi 9:1 - 9,5:1, oktan 92 untuk kompresi 9,5 - 10,5, oktan 95 atau 98 jika kompresi lebih dari 10,5:1), mengganti injector atau cukup cleaning dengan sistem purging, jangan memanaskan kendaraan lebih dari 1 menit dan jika kita ingin melakukan modifikasi disektor mesin hendaknya mempertimbangkan keseimbangan setting sesuai dengan kebutuhan mesin, salam satu aspal.